Kamis, 11 Februari 2010

Narsis Ala Omjay


Narsis ala Oom Jay

Saya mengenal Wijaya Kusumah (biasa saya sapa Oom Jay) di kompasiana.com, sebuah blog keroyokan yang dilahirkan oleh jajaran Kompas Group. Pada awalnya kami tak saling kenal, tak pernah bertegur sapa, karena memang belum pernah bertemu. Namun, ketika kami sama-sama ngeblog di Kompasiana, barulah kami mengenal satu sama lain.

Apa yang dikatakan oleh Oom Jay memang ada benarnya. Blog merupakan ajang narsis bagi para pemiliknya. Blog merupakan etalase diri para pemiliknya. Blog merupakan rumah virtual yang penghuni komunitasnya bisa saling berhubungan dan saling berbagi satu sama lain dari belahan dunia manapun di planet ini. Melalui media blog, tiap-tiap individu mulai menampakkan karakternya masing-masing. Mulai dari blog yang hanya berisi masalah pribadi sang pemilik blog, hingga blog yang berisikan berbagai macam hal (campur sari).

Sebagai seorang guru, Oom Jay patut diacungi jempol. Selain ia menulis buku Yuk Kita Nge-Blog yang sedang anda pegang saat ini dan ditujukan khusus untuk para generasi muda, ia pun telah memperoleh gelar juara ke 1 dalam lomba Blog yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Indonesia di Bandung tahun 2009. Itu semua merefleksikan dirinya yang memiliki semangat tinggi untuk “bersaing”, satu hal yang dituntut dalam era globalisasi saat ini.

Dunia membaca dan menulis di kalangan kawula muda bangsa masa kini memang masih jauh dari harapan, bila merujuk kepada standar pendidikan kelas dunia. Tapi dengan lahirnya buku Yuk Kita Nge-Blog hasil karya dari Oom Jay , paling tidak, besar harapan untuk dapat memberikan pencerahan bagi dunia pendidikan kita. Saya kira, tidak hanya pencerahan akan tetapi sekaligus dapat memotivasi generasi muda kita ke depan untuk lebih giat lagi membaca dan menulis, minimal, melalui blog-nya masing-masing.

Secara tidak langsung Omjay telah memotivasi “murid-murid” nya untuk menyongsong kemajuan teknologi dengan memanfaatkan lahan “cyber-space” untuk mengembangkan kemampuan dalam hal membaca dan lebih-lebih menulis.

Seorang penulis kenamaan, F. Scott Fitzgerald mengatakan , “You don't write because you want to say something, you write because you've got something to say.”

Sekali lagi saya ingin memberikan dukungan penuh dari upaya seorang “guru” seperti Omjay yang memiliki kemauan keras untuk maju, antara lain dengan menulis di blog dan menerbitkan buku. Saya yakin buku Omjay akan sangat berguna sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari usaha para pendidik di negeri ini untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Semoga semangat menulis anak-anak muda akan dapat selalu meningkat dari waktu ke waktu. Omjay telah memeloporinya, selamat menulis generasi muda bangsa! Selamat membaca!

Selamat dan sukses Oom Jay!

Jakarta, 9 Februari 2010

Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim

KSAU 2002-2005 – The Real Blogger

Selasa, 09 Februari 2010

Ringkasan Buku Yuk Kita Ngeblog!

Buku yuk kita NgeBlog!
Buku yuk kita NgeBlog!

Buku pengayaan keterampilan menulis ini disusun dengan sebuah harapan akan banyak siswa SMP termotivasi untuk mampu menulis. Menulis apa saja yang disukai dan dikuasai. Sayangnya, menulis belum menjadi budaya kita di sekolah dan membaca belum menjadi hobi para siswa. Bila itu terus terjadi, maka siswa akan menjadi rabun membaca dan lumpuh menulis.

Buku Yuk Kita Ngeblog! ini dimulai dengan pengalaman nyata Omjay sebagai seorang blogger. Omjay ingin memotivasi siswa bahwa tiada cara yang tepat untuk bisa terampil menulis selain terus berlatih menulis setiap hari. Hal itu sudah Omjay buktikan ketika Omjay menemui kesulitan dalam mengisi blog. Ternyata membuat blog itu mudah, namun mengisinya dengan tulisan-tulisan kreatif dan bermanfaat diperlukan keterampilan menulis. Lihatlah blog radityadika.com yang terkenal itu!.

Blog adalah media di dunia maya yang dapat menghantarkan siapa saja menjadi terampil menulis. Blog mirip seperti diary online yang bisa menjadi sarana siswa untuk bisa menulis, dan menariknya blog bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Melalui blog siswa bisa sharing and connecting dengan semua orang, dan disanalah keajaiban blog akan menyertainya menjadi terampil menulis.

Dalam kurikulum pelajaran TIK di SMP saat ini, para siswa lebih banyak diarahkan untuk mencari informasi di internet, tetapi tidak diberdayakan untuk menciptakan informasi di internet. Melalui pengelolaan blog, siswa SMP dapat memberikan informasi dan berkomunikasi dengan tulisan-tulisannya yang kreatif, komunikatif, dan bermanfaat. Dengan terampil menulis, siswa dapat membuat blog yang kreatif, membangun blog pembelajaran, dan memasukkan pernak-pernik blognya.

Buku ini diakhiri dengan sebuah perenungan bahwa Konektivitas, Konvergensi, Konten Kreatif, Kolaborasi, dan Kontekstual (5K) akan menguasai dunia. Teknologi begitu cepat sekali perkembangannya. Lihatlah facebook, twitter, dan blog yang sudah dipuja-puji banyak orang. Sekarang ini berselancar dengan internet tidak lagi menggunakan PC atau Laptop, tetapi sudah menggunakan handphone dengan berbagai merk yang semakin mungil.

Kemajuan TIK telah mengubah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dari sini muncul apa yang disebut C-Generation, yaitu sebuah generasi baru yang melek teknologi dan sangat peka akan 5K. Nasib bangsa ini ke depan bergantung kepada generasi penerus bangsa, termasuk kalian yang sekarang ini masih duduk di bangku SMP. Oleh karena itu mari kita kuasai semua itu dengan terampil menulis dan membangun manusia Indonesia yang cerdas dan kompetitif dengan semboyan study, sharing and smart. Lalu mengajak orang lain untuk ikut menjadi ’blogger’ dan beramai-ramai kita katakan, ”YUK KITA NGE-BLOG!”.

Nantikan kehadiran bukunya di kota Anda! info sms 08159155515

Senin, 11 Januari 2010

Karunia Allah

Google
Sumber: Google

Orang yang bertakwa akan mendapatkan karunia dari Allah. Karunia Allah untuk orang yang bertakwa sangatlah banyak sekali. Tak terhitung jumlahnya dan sulit bagi kita sebagai manusia untuk menghitungnya. Dalam buku Takwa yang pernah saya baca bberapa waktu lalu (saya lupa nama pengarangnya), ada beberapa karunia Allah yang akan kita dapatkan bila kita bertakwa kepadaNya.

Beberapa karunia Allah itu adalah:

  1. Diberikan keberkahan oleh Allah dalam hidupnya
  2. Diberikan rahmat oleh Allah dalam mengiringi derap langkahnya di dunia
  3. Digembirakan di dunia dan di akhirat
  4. Dipanjangkan umurnya oleh Allah dengan selalu melakukan kebaikan
  5. Ditolong selalu oleh Allah bila mengalami kesulitan hidup
  6. Diberikan hidayah oleh Allah sehingga hatinya selalu terjaga dengan baik
  7. Diberikan ilmu pengetahuan yang luas oleh Allah
  8. Dicintai dan disayangi oleh Allah
  9. Dipelihara dan dijaga oleh Allah
  10. Di puji sesama manusia dan mendapatkan pujian dari Allah
  11. Diberi taufiq oleh Allah dengan amal sholeh
  12. Diampunkan dosanya oleh Allah
  13. Dianugerahi ketenangan hati oleh Allah
  14. Diselamatkan dari kesusahan dan diberikan rezeki halal dari pintu yang tak diduganya
  15. Dimudahkan segala urusannya oleh Allah
  16. Dilipatgandakan pahalanya oleh Allah
  17. Dimenangkan di dunia dan akhirat
  18. Dimuliakan oleh Allah
  19. Diterima amalnya oleh Allah
  20. Diselematakan dari azab neraka
  21. Dikekalkan dalam surga

Semoga apa yang saya tuliskan di atas bermanfaat buat kita semua yang ingin menjadi orang yang bertakwa. "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa".

Allah berfirman dalam al-Qur'an:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran 133-136).

Salam Blogger Persahabatan

omjay

http://wijayalabs.com

Senin, 04 Januari 2010

Rahasia Sholat Tahajud

Sholat tahajud

Sholat tahajud

Ada sebuah rahasia penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebuah rahasia yang maha dahsyat bila anda rutin melaksanakan sholat sunah Tahajud. Sholat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap.

Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur. Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat.

Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.

Hal terpenting dari sholat tahajud adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar di lapangkan rezeki.

Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun 1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong. Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk melaksanakan sholat tahajud.

Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala permintaan saya yang akan menikah esok lusa.

Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.

Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar, lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota Bandung.

Rahasia sholat tahajud mungkin sudah pernah anda dapatkan. Dia datang berbeda-beda caranya. Ada yang cepat, dan ada yang lambat. Tergantung dari ridho Allah, dan cara kita berdoa. Terkadang kita sering terlupa bahwa doa adalah permohonan dan permintaan hambaNya yang memasrahkan dirinya agar diampuni dosanya, diberikan kemudahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Merendahkan diri dihadapan sang penguasa langit dan bumi.

Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.

Sudahkah anda rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya?

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Tata cara, keutamaan, dan keajaiban sholat Tahajud dapat anda baca di :
1. http://www.nursyifa.hypermart.net/khazanah_islamiah/sholat_tahajud.html
2. http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/08/20/%E2%80%9C-keutamaan-shalat-tahajud-%E2%80%9D/
3. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=13158

Rabu, 30 Desember 2009

saya Kehilangan Gusdur

Baru saja saya mendengar berita bahwa mantan Presiden Indonesia, Gusdur baru saja wafat hari ini, pukul 18.45 WIB di RSCM Jakarta. Tentu berita ini sangat mengagetkan saya secara pribadi karena saya tak pernah menduga Allah memanggil beliau secepat itu. Inna Lillallaahi Wa inna Ilaihi Rojiun.

Saya dan keluarga turut berduka cita sedalam-dalamnya dan memohon kepada Allah SWT agar memgampuni dosa-dosa beliau dan menerima amal-amal beliau yang telah banyak manfaatnya untuk bangsa ini. Mengharumkan nama bangsa dan tak pernah kenal lelah agar bangsa ini menjadi cerdas.

Gusdur memang tokoh yang kontroversi. Bila Gusdur sudah bicara, akan terjadi pro dan kontra. Terkadang sulit bagi kita apa yang ada dalam alam pikirannya karena beliau adalah orang yang cerdas dan dimiliki oleh bangsa ini. Tokoh yang disegani bukan hanya dari teman-teman Nahdatul Ulama (NU), saja tetapi juga oleh semua kalangan. Baik Muslim maupun non muslim.

Terus terang saya kehilangan Gusdur. Kehilangan yang begitu mendalam, dan sayapun menangis sesunggukan mendengar kepergiannya. Merasa amat sangat kehilangan, karena jarang sekali kita temui seorang tokoh bangsa seperti beliau. Berani berkata tidak, pada saat orang lain berkata ya,

Gusdur memang unik. keunikannya terlihat dari karakternya yang berbeda dari tokoh kebanyakan. Gusdur kadang dipuji, tetapi juga sering dicaci karena statementnya yang terkadang membuat kuping orang yang mendengarnya serasa panas.

Gusdur adalah juga orang yang pantang mengeluh. Ini terlihat ketika orang-orang yang dulu dekat dengannya, satu persatu meninggalkannya. Dia tetap konsisten dengan perjuangannya. Selalu komitmen dengan janjinya, dan terkadang sulit dicerna oleh orang kebanyakan.

Salah satu keputusan beliau yang kontrovesial adalah ketika beliau menjabat sebagai presiden, ada dua departemen yang dibubarkan beliau yaitu departemen penerangan dan departemen sosial. Namun, ada departeman yang beliau buka yaitu departemen kelautan dan perikanan yang sampai saat ini masih terus dipertahankan oleh presiden SBY.

Akhirnya saya kehilangan Gusdur. Tokoh bangsa yang memiliki karakter unik. idola saya ketika mahasiswa. Beliau sanggup membuat ribuan mahasiswa dan dosen pada saat itu tertawa terbahak-bahak mendengarkan guyonan beliau. Tak terkecuali rektor IKIP Jakarta waktu itu, Prof. DR. Conny R. Semiawan. Waktu itu tahun 1990, beliau belum menjadi presiden, tetapi nama beliau sudah terkenal kemana-mana. Diam-diam saya kagum padanya pada saat itu. Itulah pertama kali saya bertemu dengan beliau. Bercium tangan dengan beliau. Orang yang selalu berpikir ke depan, dan pikirannya sulit untuk diterka oleh orang-orang seperti saya. Tak salah bila bangsa ini pernah memilihnya menjadi presiden Indonesia.

Indonesia memerlukan orang-orang seperti Gusdur, yang berani berbuat, berani bertanggungjawab.

Selamat jalan Gusdur, saya kehilangan figur bangsa seperti engkau. Meskipun engkau telah tiada saya tak akan pernah lupa apa yang pernah engkau sampaikan pada kami di IKIP Jakarta. Jadilah guru harapan bangsa, bukan menjadi guru yang hanya untuk dirinya sendiri. Menjadi panutan agar bangsa ini pintar dan mau berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan kepada generasi penerus bangsa.

Selamat jalan pahlawanku. Kelak, aku akan menyusulmu.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Senin, 28 Desember 2009

Finalis Lomba keberhasilan Guru dalam pembelajaran 2009

Buat teman-teman guru yang ingin mengetahui siapa saja yang terpilih menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran dapat melihat link di bawah ini

http://www.ditpropen.net/pdf/Finalis%20LKG%202009.pdf

salam
Omjay

Sabtu, 28 November 2009

Penghargaan Tak Terlupakan di Hari Guru

Omjay Mendapatkan Penghargaan dari Kepala Pusat Bahasa Depdiknas
Omjay Mendapatkan Penghargaan dari Kepala Pusat Bahasa Depdiknas

Rabu, 25 November 2009, bertempat di pusat bahasa depdiknas Rawamangun Jakarta Timur, saya mendapatkan penghargaan yang tak terlupakan di hari guru. Hari itu saya diminta hadir oleh panitia lomba blog balai bahasa bandung, kang syarif untuk menerima hadiah dan piala serta sertifikat sebagai pemenang pertama lomba blog tingkat nasional. Bahagia rasanya hati ini, bukan karena mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 4.000.000,-, tetapi penyerahan itu diberikan bertepatan dengan peringatan hari guru yang jatuh pada setiap tanggal 25 November.

Penghargaan ini adalah penghargaan yang tak terlupakan seumur hidup saya sebagai guru. Sebab saya tak pernah menduga sebelumnya bahwa hasil saya nge-blog setiap hari ternyata bukanlah pekerjaan sia-sia. Padahal kalau saya mau jujur, ngeblog itu pada awalnya bagi saya hanya sekedar iseng karena ingin berbagi kepada teman-teman guru di dunia maya. Tak pernah terpikirkan untuk mendapatkan hadiah dari hasil nge-blog.

Saya merasakan bahwa akses internet sangat bermanfaat bagi guru untuk bisa saling berbagi dan melengkapi. Apalagi saya merasakan bahwa ketersediaan sumber bacaan seperti buku di daerah sangat sulit diperoleh, dan saya berusaha apa yang saya baca, saya sharingkan kepada teman-teman guru, mahsiswa, dan juga khalayak ramai yang peduli dengan dunia pendidikan.

Kalau anda melihat blog saya di http://wijayalabs.wordpress.com, rasanya tak ada yang istimewa dari blog ini. Saya sendiri agak sedikit bingung mengapa dewan juri memilih blog saya itu sebagai pemenang pertama dari hampir 900 peserta yang mendaftarkan blognya di balai bahasa Bandung dari seluruh Indonesia. Bahkan kalau mau jujur, menurut saya banyak blog yang sangat bagus dan interaktif tetapi tak terpilih menjadi pemenang.

Lomba blog di balai bahasa ini adalah lomba blog tahun kedua yang saya ikuti. Tahun pertama, saya ikut mendaftarkan diri, tetapi belum berhasil terpilih sebagai pemenang, dan alhamdulilah baru tahun ini blog saya terpilih menjadi pemenang pertamanya.

Di sekolah, saya pandangi piala yang saya dapatkan di depan anak-anak, dan saya sampaikan kepada para peserta didik saya bahwa Omjay baru saja mendapatkan penghargaan lomba blog untuk memotivasi mereka. Mengabarkan pada mereka bahwa menulis di blog bukanlah pekerjaan sia-sia. Anak-anak pun memberikan ucapan selamat dan seraya berkata, " Wah enak juga ya jadi blogger!".

Para pembaca yang saya hormati dan banggakan,

Tanpa saya sadari, setelah kang pepih (admin kompasiana) memberikan kesempatan pada saya untuk terus menulis di blog, baik di kompasiana maupun di blog pribadi membuat saya menjadi terbiasa dalam menulis. Blog bukan saja membuat saya menjadi terampil menulis cepat, tetapi juga membuat saya lebih kreatif dalam menulis. Kreativitas menulis membuat saya menulis terus setiap hari dan membuat saya menjadi kompasianers teraktif bersama-sama dengan Pak Pray, Pak CH, Mas Wisnu, dan Kang pepih sendiri tentunya.

Saya tak mengira sama sekali keajaiban blog telah menggiring saya mendapatkan hadiah berupa uang secara beruntun di bulan November ini. Keberuntungan Pertama yang saya dapatkan adalah ketika buku yuk kita ngeblog! yang saya susun mendapatkan juara pertama sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2009. Sebagai pemenang pertama bidang keterampilan tingkat SMP, saya mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 20.000.000,-. Jumlah yang sangat besar bagi seorang guru seperti saya. Kini, di hari guru saya mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 4.000.000,- sebagai juara pertama lomba blog dari balai bahasa bandung. Dengan jumlah uang Rp. 24.000.000,- itu saya serasa menjadi jutawan kaya baru yang alhamdulillah uang itu bisa saya manfaatkan untuk merenovasi rumah kami di Jatibening bekasi yang selalu terkena banjir.

Rasa syukur tak terhingga saya ucapkan kepada Allah SWT, kalau bukan skenario Engkau tidaklah mungkin seorang guru seperti saya mendapatkan hadiah sebesar itu. Mohon dijauhkan dari sifat sombong dan ria. Karena Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri. Apa yang saya tuliskan di sini sekedar ingin memotivasi bahwa menulis di blog memiliki keajaiban.

Kepada teman-teman pembaca semua, saya ucapkan banyak terima kasih, karena apa yang saya tuliskan di blog mendapatkan tangapan dan sambutan. Peran anda tak akan pernah saya lupakan. Penulis tanpa pembaca seperti sayur tanpa garam. Garing dan sunyi dari pengunjung. Karena itu biasakanlah menulis, dan juga memberikan komentar di blog orang lain. Di sanalah terlihat semangat berbagi terasakan.

Kepada pembaca saya pesankan, menulislah terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi. Keajaiban-keajaiban akan menyertai anda, bila anda komitmen dan konsisten. Seperti keajaiban yang telah juga menimpa teman saya mas dwiki Setiyawan, salah satu kompsianaers yang baru saja memenangkan lomba blog dengan hadiah Rp. 4.000.000,-.

Tak ada hal yang sia-sia, bila semua itu kita niatkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman serta menjadi ladang amal bagi kita sebelum ajal menjemput. Jasad kita boleh saja hilang diteman bumi, tetapi tulisan-tulisan kita akan terkenang selalu sepanjang masa oleh generasi kita berikutnya. Seperti tulisan almarhum buya hamka, dan ws rendra serta penulis-penulis tenar lainnya. Percayalah!

salam blogger persahabatan

Omjay

Selasa, 17 November 2009

SBY, Keajaiban Blog, dan Tangisan Istri

Omjay Mengucapkan Terima Kasih
Omjay Mengucapkan Terima Kasih

Membaca Kompas cetak hari ini, Selasa 17 November 2009, tentang disfungsi presiden, presiden harus konsekuen, dan Pak SBY bicaralah yang dituliskan oleh para penulis hebat membuat saya tersulut untuk menuliskan pendapat bahwa saatnya pak SBY untuk bicara setelah mendapatkan rekomendasi dari tim delapan.

Apalagi kini kita telah sama-sama tahu bahwa kasus bibit-chamzah sangat lemah di mata hukum dan merupakan rekayasa dari para pejabat yang berkuasa agar KPK lumpuh. Tentu ini sebuah dilema bangsa yang harus membuat kita berpikir bahwa kejujuran saat ini sangat mahal harganya. Orang akan dengan sangat mudahnya bersumpah di muka pengadilan dan merasa dirinya paling benar.

Kalau saya menjadi pak SBY, saya akan bertindak hati-hati dan hal ini bisa menjadi senjata makan tuan. Apalagi teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat terbuka, dimana orang bisa saja cuap-cuap melalui blog dan jejaring sosialnya. Bagi saya pribadi, kekuatan para blogger dan facebooker tidak bisa dianggap enteng. Apalagi blog memiliki keajaiban yang dapat mengangkat pemiliknya menjadi seorang blogger yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Dikenal dan terkenal.

Itulah yang saya rasakan malam ini. Ada rasa haru dan bangga, karena baru saja diumumkan oleh dewan juri bahwa naskah buku saya yang berjudul yuk kita ngeblog! mendapatkan juara pertama tingkat SMP.

Blog memang ajaib. Media ini bukan hanya mengangkat saya menjadi pemenang pertama sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2009, Juga blog telah membuat saya menjadi terampil menulis. Bahkan kini blog telah membuat saya menjadi kreatif menulis. Rasanya belum bisa tidur, kalau belum memposting satu tulisan untuk teman-teman di dunia maya. Teman-teman pasti menunggu tulisan-tulisan saya. Meski terkadang tulisan itu mungkin kurang bermanfaat buat orang banyak.

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Ilahi Rabbi, dalam waktu yang hampir bersamaan saya telah memenangkan dua lomba sekaligus, sebagai juara pertama nasional lomba blog balai bahasa bandung, dan juara pertama buku pengayaan 2009. Tentu ini semua bukan pekerjaan yang langsung selesai, tetapi merupakan sebuah proses perjuangan yang membutuhkan perjuangan.

Pada tengah malam sekitar jam 00.00, saya kabari istriku di rumah, dan saya katakan bahwa saya mendapatkan juara pertama. Mendengar kabar itu, sontak istriku menangis bahagia. Meskipun hanya melalui HP, kudengar isak tangisan itu begitu membahagiakan dan mengharukan. Sungguh berita yang tiada disangka, termasuk diriku sendiri. Betapa bahagianya kami. Malam itu, tanpa kami sadari, kami sama-sama menangis bahagia. Musibah yang kami alami telah diubah Allah menjadi anugerah tak ternilai. Robohnya rumah kami karena dimakan rayap yang memaksa kami juga harus mengontrak rumah petak untuk sebulan ini benar-benar membawa perasaan kami lebih berkeinginan untuk mendekat-Nya. Insya Allah, rumah rusak itu akan menjelma menjadi rumah indah yang penuh barokah karena dibangun dari isi otak karena kemurahan-Nya. Allah telah menganugerahkan limpahan rezeki kepada kami dengan jalan yang tiada terduga. Terima kasih ya Allah, karena Engkaulah kami dapat berubah dan mengubah keadaan ini. Engkau telah menunjukkan kami jalan rezeki melalui blog yang telah dikunjungi pembaca untuk berkenan berbagi. Kiranya Engkau tetap berkenan untuk meridloi blog ini agar tetap eksis di hati kami dan pembaca. Tentu kami berharap agar blog ini bermanfaat bagi kemajuan bangsa, khususnya dunia pendidikan yang sedang mulai bangun.

Melalui blog ini, dengan segala ketulusan dan keikhlasan, kami menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada pembaca. Tanpa pembaca dan motivasi Anda, kami bukanlah apa-apa. Pembaca, sedikit yang dapat kami sampaikan ini semoga menjadi sebuah pencerahan. Selain kepada pembaca, kami pun tak lupa dan melupakan jasa dan doa keluarga tercinta. Istriku, anak-anakku, ayahandamu hanya dapat mengucapkan terima kasih. Kalian adalah motivator ayahmu. Tanpamu, ayahmu bukanlah apa-apa. Jikalau ayahmu pergi, itu tidaklah bermaksud untuk menghindari kewajiban mendidikmu. Justru ayahmu pergi untuk kewajiban yang lebih besar, yakni mendidik bangsa ini agar mengenal karakter terdidik sehingga terbentuk generasi yang santun dan berprestasi. Kini doa dan dukungan kalian, sebagian telah dikabulkan Allah. Maka, ikhlaskanlah ayahandamu pergi untuk berbagi. Yakinlah, bahwa Allah itu mboten sare (tidak tidur), begitu saya meminjam istilah bahasa Jawa dari teman sekamarku, Johan Wahyudi dari Sragen Jateng, yang juga menjadi juara 1 untuk tingkat SMA.

Salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Kamis, 05 November 2009

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMPN 230 Jak-Tim

MGMP Guru-Guru Bahasa Indonesia di SMPN 230 jaktim

Guru-Guru Bahasa Indonesia di SMPN 230 jaktim

Hari ini saya mendapatkan undangan untuk memberikan materi Penelitian tindakan kelas (PTK) di Musywarah Guru Mata pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia di SMPN 230 Cipayung Jakarta Timur. Saya diundang oleh ibu Dra. Hj. Saida Edib Hanum, M.Pd, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Jakarta Timur.

Senang sekali bisa bertemu di sini, belajar dan berbagi ilmu PTK dengan teman-teman guru Bahasa Indonesia. Sebagai orang yang senang mempelajari bahasa Indonesia, merupakan sebuah kebahagian tersendiri bisa berbagi dengan teman-teman yang memperjuangkan bahasa Indonesia agar menjadi bahasa yang benar-benar disukai oleh para anak didik kita. Ada 4 keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik yaitu Mendengar, Berbicara, Membaca, dan Menulis.

Dari keempat keterampilan berbahasa itulah diharapkan anak didik mampu mengembangkan dirinya menjadi orang yang mampu mengembangkan keterampilan berbahasa itu seperti menjadi reporter, editor, penulis, penyair, dan lain-lain.

Ada juga keterampilan bersastra yang perlu dikembangkan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Seperti mereka bisa membuat puisi, pantun, dan prosa. Dari penerbit Erlangga, mereka mempresentasikan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai dengan Standar Isi KTSP 2006 dan mengacu kepada SK dan KD yang telah ditetapkan oleh pusat kurikulum. Sangat menarik dan membuat para guru yang hadir untuk bisa juga membuat buku.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menggugah teman-teman guru bahasa Indonesia untuk mampu menulis dan mengembangkan karya tulisnya di bidang bahasa yang bermanfaat untuk mengembangkan keempat keterampilan berbahasa itu. Mengembangkan Potensi unik siswa melalui PTK.

Kalau para peserta didik menguasai keempat keterampilan itu, maka akan hebatlah para peserta didik karena mampu menguasai keterampilan ini dengan baik, dan mereka akan menjadi orang-orang yang dicari secara profesional karena kemampuannya di bidang bahasa. Bahasa Persatuan yang menjadi Bahasa Resmi bangsa Indonesia.

Ada puisi yang dibacakan oleh mas Erwan yang merupakan guru kesusastraan di beberapa sekolah yang membuat saya tertarik dan memaknainya. Dengan judulnya, Impian 3 hari 3 malam. Sunguh sangat mempesona puisinya dan mengingatkan saya pada puisi-puisi karya WS Rendra almarhum.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Selasa, 03 November 2009

Kolaborasi guru dan Dosen Dalam penelitian

Omjay dalam Lomaba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran Tingkat Nasional 2008

Omjay dalam Lomaba Keberhasilan Guru dalam pembelajaran Tingkat Nasional 2008

Guru adalah orang yang mengajar di sekolah sedangkan dosen adalah orang yang mengajar di perguruan tinggi. Begitulah biasanya orang membedakan antara guru dan dosen secara sederhana. Tetapi sebenarnya guru dan dosen sama-sama orang yang menyampaikan ilmu yang dikuasainya untuk para peserta didik. Bila di sekolah peserta didik disebut siswa dan bila di perguruan tinggi peserta didik biasanya disebut mahasiswa.

Guru dan dosen adalah pekerjaan yang sangat mulia. Mereka berusaha membimbing para peserta didiknya agar mampu menguasai kompetensi yang diharapkan. Dengan begitu sangat penting peran mereka dalam dunia pendidikan kita, khususnya dalam keberhasilan guru dalam pembelajaran di sekolah. Namun, sangat disayangkan peran dan fungsi mereka seolah-olah terlihat berjalan sendiri-sendiri. Tak terjadi kolaborasi antara guru dan dosen. Padahal banyak yang akan dihasilkan dalam bidang pendidikan bila guru dan dosen berkolaborasi. Begitu banyak khasanah ilmu pendidikan yang belum ditemukan.

Setiap kali melakukan penelitian di sekolah, saya selalu mengajak teman-teman dosen untuk bergabung dalam penelitian saya di sekolah. Sebab bagi saya keilmuan mereka sangat penting dan dosen memiliki tri darma perguruan tinggi yang salah satunya adalah kemampuan meneliti. Dengan bergabungnya antara guru dan dosen akan menjadi jembatan antara dunia perguruan tinggi dan dunia persekolahan kita.

Contohnya, setiap kali saya membuat proposal penelitian di bidang pendidikan, baik proposal berbentuk Penelitian tindakan kelas atau lainnya, saya selalu berusaha berkonsultasi dengan mantan dosen saya di IKIP Jakarta/UNJ. Dari merekalah saya mendapatkan banyak masukan, khususnya dalam kerangka teoritis dan metodologi penelitiannya. Sebagai orang yang sehari-harinya mengamati proses yang terjadi di sekolah, dibutuhkan orang luar untuk mengamati pula apa yang telah kita lakukan di sekolah. Apakah telah sesuai dengan harapan perguruan tinggi atau justru malah sebaliknya. Melalui cara-cara kolaborasi seperti itulah, maka setiap kali melaporkan hasil penelitian saya dan kemudian saya ikutkan dalam lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran di departemen pendidikan nasional, membuahkan hasil dengan terpilihnya saya menjadi finalis dalam lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran tingkat nasional tahun 2008.

Guru dan dosen sebenarnya masing-masing saling membutuhkan. Guru memerlukan dosen sebagai tempat konsultasinya dan dosenpun memerlukan guru sebagai tempat menguji hipotesanya di bidang pendidikan. Apalagi bila dosen tersebut sedang mengambil program doktor kependidikan yang harus menuliskan desertasi di bidang pendidikan. Alhasil, bila dua kepentingan ini bertemu, maka akan melahirkan sebuah kolaborasi yang hebat dan akan menghasilkan hasil penelitian yang bisa diterima oleh dunia persekolahan dan dunia perguruan tinggi. Kerja keras mereka menggema kencang karena bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Di sinilah pentingnya sebuah penelitian kolaborasi antara guru dan dosen yang saling bekerjasama menyelesaikan masalah di bidang pendidikan atau mampu mengembangkan model-model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Sebab kita masih melihat bahwa masih banyak guru yang hanya menggunakan satu model pembelajaran dan tidak menemukan potensi unik yang dimiliki anak didiknya.

Guru dan dosen harus saling bertegur sapa dalam dunia penelitian kita. Mereka adalah masyarakat ilmiah yang menjadi garda terdepan dalam melahirkan paradigma baru di bidang pendidikan. Bila mereka berjalan sendiri-sendiri, maka yang terjadi adalah apa yang dikerjakan guru tak terpublikasikan ke dalam dunia perguruan tinggi, dan apa yang diteliti dosen di perguruan tinggi tak sampai ke dalam dunia persekolahan. Kolaborasi guru dan dosen yang bergerak di bidang pendidikan tentu sangat dibutuhkan karena akan menimbulkan saling sinergi. Mereka harus saling bekerjasama dan saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang terjadi dan harus saling asah, asih, dan asuh dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian.

Omjay bersama pemenang LKDP 2008

Omjay bersama pemenang LKDP 2008 di TVRI

Sebagai seorang guru yang telah merasakan benar pentingnya kolaborasi antara guru dan dosen membuat saya ingin mensharingkan kepada teman-teman guru untuk tidak malu bertanya kepada teman-teman yang berprofesi sebagai dosen. Saya merasakan benar, setiap kali penelitian yang saya lakukan bersama dosen, mencapai hasil sesuai yang saya harapkan dalam penelitian. Hasil penelitian itupun terekspos sampai ke tingkat nasional, dengan terpilihnya saya mengikuti lomba karya tulis ilmiah di departemen pendidikan nasional. Bagi saya, berkonsultasi dengan teman-teman dosen sangat menyenangkan, bukan saja saya mendapatkan ilmu tambahan, tetapi saya merasakan ada orang lain yang mengamati kinerja saya secara cermat dan teliti melalui tulisan ilmiah yang saya laporkan. Di sinilah letak kekritisan seorang dosen yang mampu berpikir secara ilmiah dan runut tentang metodologi penelitian.

Ketika penelitian telah sampai kepada pelaporan, maka guru dan dosen benar-benar merasakan apa yang terjadi di sekolah benar-benar telah terpecahkan dengan baik. Guru yang kurang terbiasa meneliti akan terbantu dengan adanya dosen yang mau berkolaborasi. Ingatlah selalu, kolaborasi selalu menghasilkan prestasi tinggi!. Itulah yang saya dengar dari beberapa guru besar yang mau turun gunung ke sekolah-sekolah mengecek langsung apa yang mereka teliti. Mereka tidak diam dalam menara gading dan menunggu laporan saja. Mereka turut aktif mengamati, dan membantu guru melakukan refleksi diri untuk memperbaiki kinerjanya sebagi guru. Bila tri darma perguruan tinggi benar-benar berjalan, maka setiap ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi akan benar-terasakan manfaatnya bagi sekolah.

Kolaborasi guru dan dosen harus terus digalakkan agar penelitian yang dilakukan oleh para guru menjadi lebih berarti bagi sekolah dan dunia perguruan tinggi, sehingga terjadi proses saling membutuhkan antara guru dan dosen yang sama-sama menjadi seorang peneliti.

Bila guru dan dosen tak meneliti dan tidak saling berkolaborasi dalam mengambangkan penelitiannya, maka akan semakin mundurlah dunia pendidikan kita. Percayalah!.

Salam blogger persahabatan

Omjay