Daftar Blog Saya

Selasa, 29 Maret 2011

Bisakah Kita Menulis Sebelum Tidur?

1301419035743851046
Bisakah Kita Komitmen Menulis Sebelum Tidur?




Pertanyaan dari judul yang saya tuliskan di atas sebenarnya bukan untuk anda, tetapi untuk diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya, apakah bisa komitmen menulis sebelum tidur? Sebab tantangan dan rintangannnya amat berat. Seberat badan saya yang sudah semakin berat karena sudah lebih dari 100 kg. Pak Supardi pun tertawa melihat tubuh saya yang semakin tambun. Coba saja lihat ! Wajahnya tersenyum kepadaku, dan juga kepadamu. Mungkin kepada kita semua.


Menulis sebelum tidur sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang. Pasalnya kita seringkali tak mampu mengalahkan diri sendiri. Segudang alasan kita ciptakan, dan pada akhirnya kita tak menulis hari ini. Padahal menulis setiap hari itu amat mengasyikkan dan menyenangkan. Ibarat bermain games yang kita sukai. Kitapun akan memainkannya agar menang dan mendapatkan skor tertinggi.



Untuk mampu menulis sebelum tidur ada caranya. Ada langkah mudah yang bisa dilakukan. Bila lahab membaca sudah kita lakukan, maka dengan sendirinya kita akan gemuk menulis. Masalahnya, aktivitas membaca tak pernah kita lakukan dengan baik, dan pada akhirnya menulispun demikian. Sebab menulis dan membaca merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.



Wahyu Prasetyo menuliskan, aktivitas membaca untuk sementara ini bagi masyarakat Indonesia masih menjadi aktivitas yang kerap diabaikan. Maka tidak mengherankan jika kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain sangat jauh berbeda. Membaca itu memupuk otak kita, oleh sebab itu membaca merupakan kebutuhan bagi otak kita. Jika tidak kita pupuk, seperti halnya tanaman akan mudah terserang hama yang mematikan.



Namun demikian, menulis juga harus menjadi aktivitas rutin yang harus kita lakukan. Dengan menulis ada pesan yang kita sampaikan. Dengan menulis ada ilmu pengetahuan yang coba kita bagikan kepada orang lain. Seperti halnya mata air, menulis akan terus mengalir setiap hari. Dari gunung sampai ke bawah, dan terus mengalir sampai jauh.



Hanya saja pertanyaannya. Buat kita yang seringkali sibuk di pagi , siang, dan sore hari, maka kebiasaan menulis di malam hari sebelum tidur menjadi pilihan yang tepat. Tinggal kita komitmen saja dalam menjalankannya.



Namun terkadang kita tak komitmen dengan janji yang diikrarkan. Kita yang berjanji kita pula yang mengakhiri. Artinya kita sering gagal berkomitmen untuk menulis sebelum tidur. Itulah yang harus saya akui. Saya seringkali ketiduran karena kelelahan, Pekerjaan yang menumpuk, dan aktivitas yang padat membuat saya tak sempat menulis sebelum tidur.



Menulis sebelum tidur sebenarnya tidaklah susah. Pekerjaan menulis sebenarnya pekerjaan mudah, bahkan menurut saya sangat mudah. Menulis menjadi susah manakala kita tak sering melakukannya atau jarang melakukannya. Ibarat kita menyetir mobil, tentu kita akan kaku setelah lama tak menyetir mobil. Demikian pula dengan kegiatan tulis menulis. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis sebelum tidur, atau menulis kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan di lapak kita. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya. hal itu hanya bisa terjadi di dunia maya.


Bagi anda yang belum terbiasa menulis, mulai saat ini biasakanlah menulis setiap hari dan menulislah sebelum tidur. Ketika anda telah terbiasa menulis, maka anda akan mendapatkan kebahagian yang tak bisa diukur dengan uang. Mengapa tak bisa diukur dengan uang? karena tulisan anda itu sangat mahal harganya dan sulit untuk di hitung berapa harga yang cocok untuk dibayarkan.


Sekarang saatnya menjawab pertanyaan di atas. Bisakah kita komitmen menulis sebelum tidur? Anda akan berkata bisa bila anda sudah melakukan kegiatan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Namun anda akan berkata tidak bisa bila menulis belum merupakan sebuah kebutuhan. Jadi menulislah sebelum tidur, dan rasakan kenikmatan menulis sebelum tidur.


Salam blogger Persahabatan


Omjay

http://wijayalabs.com


Jumat, 11 Maret 2011

Kisah Nyata: Tukang Becak Jadi Kaya Karena Internet

12997610491105654752
Ilustrasi/Admin (Kompasiana)


Saya termehek-mehek juga mendengarkan cerita mas donny BU bahwa ada tukang becak yang menjadi kayak karena menggunakan internet secara sehat. Tukang becak itu mempromosikan dirinya dalam bahasa Inggris di facebook dan twitter, dan juga tempat-tempat bagus di Yogyakarta. Alhasil, banyak turis yang memesan becaknya untuk berkeliling menikmati indahnya kota Yogyakarta. Dari penghasilannya itu, beliau bisa membeli rumah, dan memenuhi kebutuhannya. Saya pun terkagum-kagum setelah melihat sendiri videonya. Banyak turis yang membayar jasa becaknya dengan dollar.

Cerita tukang becak sukses yang menggunakan internet itu saya peroleh ketika mas dony Bu, aktivis internet sehat memberikan ceramah tentang pentingnya internet sehat di kalangan pelajar untuk siswa kelas 7 smp labschool jakarta pagi ini, Kamis 10 Maret 2011.

Kegiatan presentasi internet sehat ini dilaksanakan di ruang auditorium Labschool lantai 3, dan diikuti oleh sekitar 250 orang siswa, dana beberap orang guru yang merupakan wali kelas 7.

Pada awal presentasinya, mas doony bertanya kepada siswa, siapa yang menggunakan internet setiap hari? Lalu hampir semua siswa mengangkat tangan. Rata-rata anak-anak di smp labschool jakarta telah menggunakan internet setiap harinya.

Mas dony pun langsung mendemokan bagaimana mudahnya membuat tulisan, dan memasukkan gambar ke internet. Beliau juga mendemokan bagaimana mudahnya orang sekarang mempostingkan teks, gambar, dan video ke internet. Contohnya adalah video keong racun, dan marshanda.

Hanya saja, kemudahan itu seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, oleh karenanya mas donny mengingatkan agar anak-anak tidak menyalahgunakan kemudahan internet, dan berpikir sebelum memposting. Gunakan internet yang berdampak positif, dan untuk menunjang kegiatan di sekolah.

Dalam presentasi itu, mas donny juga meminta kepada anak-anak memperlihatkan Kartu pelajarnya. Lalu mas dony bertanya kepada mereka, maukah data di dalam kartu pelajarnya tersebar kemana-mana? Mayoritas anak-anak mengatakan tidak. Sebab banyak data yang diobral di internet lalu dijahili oleh orang-orang yang kurang bertanggungjawab.

Banyak tips, dan contoh pemanfatan internet sehat yang beliau sampaikan, bila anda ingin tahu apa yang telah disampaikan mas donny, anda dapat meminta file presentasi beliau kepada saya di wijayalabs@gmail.com

Salam Blogger Persahabatan

http://wijayalabs.com


Kamis, 10 Maret 2011

Sekolah RSBI Versus Sekolah Laskar Pelangi



1299792675897133648
Mari kembali ke sekolah Laskar pelangi


Setelah menghadiri simposium RSBI yang diadakan British Council di Hotel Atlet Century Senayan selama 2 hari, 9-10 Maret 2011 saya berkesimpulan bahwa pelaksanaan RSBI di setiap sekolah yang ada di Indonesia sebaiknya dihentikan. Hal ini bukanlah berdasarkan asumsi semata, tetapi fakta di lapangan terlihat dengan kasat mata bahwa mutu guru kita belum siap untuk menghadapi perubahan pembelajaran di era masyarakat berpengetahuan.


Para peneliti silahkan melakukan penelitian yang mendalam, dan saya yakin bahwa sekolah RSBI tak membuat peserta didik menjadi hebat ketika kebijakan yang dikeluarkan kurang menggema di tingkat implementasi. Kita pun harus segera kembali kepada sekolah laskar pelangi yang memiliki fasilitas apa adanya tetapi memiliki guru-guru yang luar biasa. Guru-guru kreatif yang pantang mengeluh sehingga mampu menginspirasi para peserta didiknya untuk bersaing di era global. Era dimana batas negara seolah tiada lagi. Internet telah menyatukan semua orang di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi, dan berbagi.


Dari paparan presentasi para kepala sekolah RSBI nampak jelas bahwa fasilitas jauh lebih diutamakan ketimbang mutu guru. Walaupun dilaporkan pula tentang pelatihan kompetensi guru, namun prosentasenya amatlah kecil bila dibandingkan dengan peningkatan sarana prasarana. Guru hanya menjadi pelengkap penderita atau prajurit yang siap mati menjalankan kebijakan pemerintah yang ternyata salah konsep. RSBI pun digugat oleh berbagai pihak. Termasuk oleh organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dengan lantang menyuarakannya.


Sekolah-sekolah RSBI berusaha untuk mendapatkan sertifikat ISO, yang pada akhirnya membuat peserta didik"RAISO". Bahkan kita masih menemui ada siswa yang tidak lulus di sekolah RSBI. Kedisiplinan, dan kebersihan sekolah RSBI pun belum sepenuhnya mengikuti aturan-aturan ISO yang benar, sehingga sertifikat ISO didapat, tetapi kenyataannya tak sama dengan apa yang dilihat. Silahkan para peneliti dari kemendiknas melihat sendiri, dan meneliti di seluruh sekolah RSBI di Indonesia. Jangan lupa menggandeng LSM yang independent sepertibritish council agar penelitian menjadi berimbang.


Saya bukan orang "pintar". Saya hanya guru yang berbadan besar dan sedang "gusar". Adanya RSBI tak membuat dunia pendidikan kita menjadi lebih baik. Para orang pintar itu hanya bisa membuat konsep, tapi tak mampu mengamati di tingkat proses, dan kurang melakukan evaluasi dengan benar. Data-data lengkap telah disampaikan oleh ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Satria Darma tentang 10 kelemahan RSBI. Fakta-fakta di lapangan pun telah dijelaskan panjang lebar kepada komisi X DPR. Kita pun telah membaca dengan jelas apa yang dipetisikan oleh IGI di koran kompas, dan berbagai media lainnya. Klik.


1299793440986618598Wahai para pejabat negeri. Kenapa kita tak belajar kepada sekolah laskar pelangi. Kita lihat perjuangan ibu Muslimah yang begitu besar menyemangati anak didiknya. Kita mungkin masih ingat pesan pak Harfan dalam film laskar pelangi. "Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya".


Banyak sekali pesan moral, dan semngat hidup pantang menyerah yang kita saksikan dari kisah laskar pelangi. Laskar pelangi bukan hanya menginspirasi semua orang, tetapi laskar pelangi telah menunjukkan kepada kita bahwa fasilitas sekolah yang apa adanya atau biasa-biasa sajatelah mampu melahirkan peserta didik yang luar biasa. Kenapa itu bisa terjadi? Karena sekolah laskar pelangi ditangani oleh guru-guru yang ikhlas sepenuh hati mengikhlaskan dirinya untuk terus belajar sepanjang hayat. Berusaha keras untuk menjadi guru profesional, dan meninggalkan konvensional. Terus menerus belajar dan berusaha menjadi guru yang berkualitas.


Sekolah RSBI yang salah kaprah dalam pelaksanaannya lebih menitikberatkan kepada penyampaian materi ke dalam bahasa Inggris. Bahasa Internasional yang membuat mereka katanya lebih mudah bersosialisasi dalam masyarakat internasional. Namun, kenyataannya tak mudah menyampaikan materi pelajaran dalam bahasa Inggris, karena pengajaran bahasa Inggris sangat berbeda dengan pengajaran materi menggunakan bahasa Inggris.


Pengalaman saya pribadi mengajarkan TIK dengan menggunakan bahasa Inggris tidaklah mudah. Saya justru lebih mudah memberikan materi dengan bahasa Indonesia. Para peserta didikpun lebih mudah menangkap apa yang disampaikan. Terjadilah proses interaksi dalam pembelajaran. Terjalin komunikasi antara guru dengan peserta didiknya. Sayapun banyak belajar dari teman-teman guru lainnya dari seluruh dunia melalui website di http://www.epals.com/projects/info.aspx?divid=WeAreePals_main.


Dalam sekolah laskar pelangi. Guru-guru menyampaikan materinya dengan bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa daerah yang lebih mudah dimengerti oleh murid-muridnya. Bahasa ibu dimatangkan dulu, baru kemudian beralih kepada bahasa nasional. Setelah bahasa nasional matang, barulah beralih kepada bahasa internasional. Kenyataan membuktikan, lulusan sekolah laskar pelangi telah menciptakan orang-orang hebat negeri ini. Anda bisa kembali membaca novel Tetralogi laskar pelangi, atau novel ranah 3 warna yang lagi ngetop sekarang ini. Banyak pembelajaran yang akan anda dapatkan dari kedua novel di atas.


Akhirnya, saya tak bisa menyampaikan tulisan-tulisan saya dalam bahasa yang ilmiah. Saya hanya mampu menulis secara alamiah. Sangat sederhana tetapi pesan itu sampai kepada pembaca. Saya bukanlah orang pintar, tetapi saya adalah guru yang gusar. Semoga bangsa ini menjadi besar.


Mari kita kembali ke sekolah laskar pelangi yang menciptakan lulusan anak negeri yang mampu menterjemahkan pesan sedrhana pak Harfan, hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.


salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com